Panduan
Umrah (2)
Sebelumnya Rumaysho.Com telah menyajikan
panduan umrah mulai dari berihram, penjelasan larangan ketika ihram, dan
pelaksanaan thawaf umrah. Tinggal tersisa pembahasan sa’i dan mencukur rambut.
Sa’i Umrah
Setelah melakukan thawaf umrah, maka
orang yang berumrah segera menuju bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i sebanyak
7 kali putaran.
Jika telah mendekati shafa, maka
hendaklah mengucapkan “innash shafaa wal marwata min sya’airillah”
Kemudian menaiki Shafa lalu berdiam dan
menghadap Ka’bah lantas memuji Allah dan bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian
membaca do’a: “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul
hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir, laa ilaha illallahu wahdah anjaza
wa’dah wa nashoro ‘abdah wa hazamal ahzaba wahdah.”
Dzikir di atas diulang tiga kali dan
dianjurkan berdo’a di antara sela-sela dzikir tersebut dengan do’a sekehendak
kita. Jika membaca kurang dari tiga kali, juga dibolehkan. Ketika berdo’a
disunnahkan mengangkat tangan tanpa perlu berisyarat ketika takbir menghadap
Ka’bah.
Kemudian turun dari Bukit Shafa menuju
Marwah sambil berjalan. Saat berjalan menuju Marwah, berdo’alah dengan do’a
yang mudah yang ditujukan untuk diri dan kaum muslimin. Jika telah sampai lampu
atau garis hijau, bagi pria diperintahkan berlari dengan kencang. Sedangkan wanita
tidak berlaku demikian. Berlari tadi hingga sampai pada garis atau lampu hijau
berikutnya (kedua). Kemudian setelah itu berjalan seperti biasa hingga Marwah.
Ketika sampai ke bukit Marwah, dilakukan hal yang sama seperti di bukit Shafa.
Hal ini terus berulang hingga tujuh kali. Hitungan sekali adalah dari Shafa ke
Marwah, lalu kedua adalah dari Marwah ke Shafa, seperti itu hingga tujuh kali.
Dan putaran ketujuh berakhir di bukit Marwah.
Yang perlu diperhatikan saat pelaksanaa
sa’i:
1- Wanita haidh dan nifas boleh
melakukan sa’i. Sedangkan thawaf tidak dibolehkan untuk wanita haidh. Karena
tempat sa’i bukanlah bagian dari Masjidil Haram.
2- Termasuk kesalahan saat sa’i adalah
wanita ikut berlari saat melewati lampu hijau.
Mencukur dan Memendekkan Rambut
Setelah umrah selesai dilaksanakan,
amalan terakhir yang dilakukan adalah mencukur habis rambut kepala atau
memendekkannya. Dan mencukur itu lebih baik daripada memendekkan.
Sedangkan bagi wanita diperintahkan
untuk memendekkan rambut kepala dengan mengambil rambut sepanjang satu ruas
jari. Bagi wanita, pemotongan rambut tersebut dilakukan di tempat tertutup
bukan di hadapan banyak laki-laki seperti yang dilakukan wanita berumrah di
tempat sa’i.
Jika amalan terakhir sudah dilakukan,
maka selesailah amalan umrah. Setelah itu berbagai hal yang diharamkan saat
ihram menjadi halal. Sempurnalah tahallul.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi
tatimmush sholihaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Moga
pembahasan di atas bermanfaat bagi yang sedang berumrah.
Referensi:
Al Aqil, Tholal bin Ahmad, “Dalilul
Mu’tamir”, terbitan Lajnah Tawzi’ Al Mathbu’aat Ad Diniyyah ‘alal Hujjaaj wal
Mu’tamiriin.
Diselesaikan di Bandara Abu Dhabi, 2
Rabi’ul Awwal 1435 H
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Via Ipad Air
Artikel www.Rumaysho.Com
Paket umroh 12 hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar