Haji
dan Umrah Menghapus Kemiskinan
Muncul sebuah pemikiran yang salah bahwa
ibadah haji dan umrah hanya membuang-buang uang saja dan termasuk pemborosan.
Tentu ini pemikiran yang salah besar. Dengan beberapa alasan berikut:
1. Ibadah haji dan umrah hanya
diwajibkan bagi mereka yang mampu saja
Tentu bukan pemborosan dan pemaksaan
jika diwajibkan bagi yang mampu saja. Mampu dalam artian mampu dari segi harta
dan fisik. Jika tidak mampu maka tidak diwajibkan.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ
مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban
manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan
ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah
Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97).
2. Ibadah Haji dan Umrah adalah perintah
dari Allah, Rabb semesta Alam
Yang namanya perintah dari Allah tentu
harus dilaksanakan. Karena kita seorang hamba yang harus patuh terhadap
Rabb-nya. Perlu diketahui juga bahwa semua perintah dalam syariat adalah untuk
kebaikan dan kemashlahatan manusia.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
rahimahullah berkata dalam risalahnya,
الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح
“Agama dibangun atas dasar yaitu
mewujudkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”
Kemudian beliau menjelaskan,
ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا
يحيط به الوصف
“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu
kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara
menyeluruh”1
Terkadang manusia hanya menghitung
dengan logikanya saja dan terlalu berhitung secara matematika, padahal Allah
lebih mengetahui apa yang terbaik baik hamba-Nya.
Allah berfirman,
أَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ
“Apakah kamu lebih mengetahui ataukah
Allah” (QS. al-Baqarah: 140).
3. Ibadah Haji dan umrah bisa
menghilangkan kemiskinan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا
يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena
keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran
menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi
haji yang mabrur kecuali surga.”2
Syaikh Abul ‘Ula Al-Mubarakfuri
rahimahullah menjelaskan bahwa maksud menghilangkan kemiskinan di sini bisa
bermakna dzahir atau makna batin. Beliau berkata,
أي يزيلانه وهو يحتمل الفقر الظاهر بحصول غنى
اليد ، والفقر الباطن بحصول غنى القلب
“Haji dan umrah menghilangkan kefakiran,
bisa bermakna kefakiran secara dzahir, dengan terwujudnya kecukupan harta. Bisa
juga bermakna batin yaitu terwujudnya kekayaan dalam hati.”3
Qana’ah adalah kekayaan terbesar dalam
hidup manusia, merasa bahagia dengan apa yang Allah berikan walaupun orang lain
(orang kaya) menganggapnya kurang.
4. Ibadah bisa memberikan rasa
ketenangan dan kebahagiaan, sangat rasional jika seseorang mengeluarkan harta
untuk mencarinya
Tentu dengan beribadah dan mengingat
Allah maka hati akan tenang, bahagia dan tentram. Terlebih beribadah di depan
ka’bah dan kota yang diberkahi yaitu Mekkah dan Madinah.
Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم
بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan
hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati
Allah-lah hati menjadi tenteram“. (Ar- Ra’d : 28).
Banyak orang yang keluar negeri untuk
berwisata, mencari kebahagiaan dan refreshing. Tentu mereka menghabiskan dana
yang tidak sedikit. Tentu tidak ada yang salah jika seorang muslim juga
mengeluarkan biaya ke luar negeri (Saudi) untuk mencari kebahagiaan dan
ketenangan yang hakiki melalui ibadah.
Travel umroh terbaik surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar